Sabtu, 24 September 2022

SUDUT PANDANG TENTANG SYUKUR

Bismillah ...

SUDUT PANDANG

saat usia terasa semakin tua... banyak yang berkata.. nikmat hidup sudah dikurangi...

maasyaallah... 
Allah mengingatkan dengan bahasa keras kepada kita... :

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan ?

makan dikurangi dibatasi dan diatur.. mata sudah tidak sejelas saat muda .. bahkan tidur pun tidak bisa lama nyenyak...

itu bukan dikurangi nikmat nya.. tapi dialihkan kepada nikmat yang lebih hakiki...

nikmat makan tidak sempurna lagi.. karena dialihkan kepada nikmat shaum

nikmat tidur tidak nyenyak lagi .. dialihkan kepada nikmat tahajud...

nikmat traveling.. tidak seluas saat muda.. dialihkan kepada nikmat silaturrahiem

nikmat mengumpulkan harta dialihkan kepada nikmat berinfaq shodaqoh..

nikmat memandangi keindahan.. dialihkan kepada kenikmatan membaca huruf² al quran...

nikmat mendengar .. dialihkan kepada nikmat menyimak makna makna dalam iman...

nikmat berbincang.. dialihkan kepada nikmat berdzikir.... 

dan banyak lagi...

bersyukur bagi kita yang masih mengemban amanah hidup.. karena kita masih diberi kesempatan menikmati kenikmatan hakiki dalam kehidupan dunia yg fana ini..

semoga Allah bimbing kita untuk selalu bersyukur dan ridlo atas ketentuan Allah bagi kehidupan kita.. aamiiin

selamat malam. Selamat beristirahat dan tetap semangat.

Wallahu a'lam.

Sabtu, 03 September 2022

BERSHOLAWATLAH, PASTI DITERIMA ALLAH S.W.T

Bismillah ...

BERSHOLAWATLAH, PASTI DITERIMA ALLAH S.W.T

Sholawat adalah istighfarmu ...
Sholawat adalah dzikirmu ...
Sholawat adalah doamu ...
Sholawat adalah kunci pembuka segala rahasia ...

Sholawat itu ungkapan cinta ...
Sholawat itu ungkapan rindu ...
Sholawat itu senandung Mahabah ...
Sholawat itu ruh para pecinta ...

Barang siapa mengistimewakan Rasulullah SAW, PASTI mendapatkan keistimewaan dari Allah SWT ...

Sholawatmu kepada Rasulullah SAW membuatmu tidak perlu bersusah payah memohon semua hajatmu kepada Allah SWT ...
Karena disaat kamu memperbanyak bersholawat, Rasulullah SAW sendiri yang akan memohonkan  kepada Allah SWT apa-apa semuanya yang menjadi hajatmu, sehingga dengan berkat doa Rasulullah SAW, maka akan di perkenankan dan dikabulkan segala hajat-hajatmu kepada Allah SWT ...

Dalam Sholawat tiada Riya' ...
Dalam Sholawat ada Sanad ...
Dalam Sholawat ada Mursyid dan Murabbi ...
Dalam Sholawat ada Cinta ...
Dalam Sholawat ada Takzim ...
Dalam Sholawat ada Adab ...
Dalam Sholawat ada Akhlak ...
Dalam Sholawat ada Zikir Asma' ALLAH ...
Dalam Sholawat ada Ketenangan ...
Dalam Sholawat ada Doa ...
Dalam Sholawat ada 'Ubudiyah ...
Dalam Sholawat ada Kejujuran ...
Dalam Sholawat ada Munajat ...
Dalam Sholawat ada Taubat ...
Dalam Sholawat ada Fadhilah Berganda ...
Dalam Sholawat ada Taat ...
Dalam Sholawat ada Sabar ...
Dalam Sholawat ada Nikmat ...
Dalam Sholawat ada Syukur ...
Dalam Sholawat ada Syifa' ...
Dalam Sholawat ada Ilmu ...
Dalam Sholawat ada Hidayah ...
Dalam Sholawat ada Taufiq ...
Dalam Sholawat ada Qabul ...
Dalam Sholawat ada Derajat dan Maqom ...
Dalam Sholawat ada Tauhid, Iman & Tarekat ...
Dalam Sholawat ada Nur ...
Dalam Sholawat ada Berkat ...
Dalam Sholawat ada Tawassul ...
Dalam Sholawat ada Rahmat dan syafaat ...

Dijamin 100% bahagia, sejahtera dan selamat lahir batin ... di dunia dan di akhirat ...

Tetap semangat dan istiqomah serta tawadhu' ...

Allah dulu ... Allah lagi ... Allah terus ...

Sholawat dulu ... Sholawat lagi ...Sholawat terus ...

Alhamdulillah ... Aamiin ...

Laa hawla wa laa quwwata illaa billah ...

Allahumma sholli 'alaa sayyidina Muhammad ...

Wa 'alaa ali sayyidina Muhammad ...

Shallallahu 'alaa Muhammad ...

Yaa Nabi salam alaika ...

Yaa Rasul salam alaika ...

Yaa Habib salam alaika ...

Sholawatullah alaika ...

dimanakah dirimu

Bismillah

(Kita adalah penggenggam sekaligus yang digenggam)

Kesatuan membawamu kepada yang tak terbatas. Engkau melihat roda, melihat batang besi, melihat rantai, melihat dudukan, melihat pedal.

Engkau melihat keterpisahan dari itu. Namun ketika engkau melihatnya dengan mata kesatuan, engkau akan melihat sebuah sepeda yang utuh. Tanpa adanya keterpisahan.

Ketika aku berkata, cobalah tunjuk dirimu. Bisakah?
Mungkin engkau mengarahkan jarimu kepada dadamu, kepada kepalamu, kepada wajahmu. Itu keterpisahan. Lalu dimanakah dirimu? dimanakah dirimu yang katanya "SATU atau TUNGGAL atau TAUHID" ?

Yaitu yang MENGAMATI, yang TAHU, yang MENGERTI.

Ketika penunjukan itu terjadi, ini akan terbelah,
1. ada dirimu yang tahu bahwa dirimu sedang menunjuk
2. ada dirimu yang sedang menunjuk

Yang pertama lah, dirimu yang sebenarnya. Ia melingkupi "dirimu yang sedang menunjuk"

Wallahu a'lam

Senin, 22 Agustus 2022

HAK ALLAH

Bismilllah

HAK ALLAH

Sebenarnya  kalimah LA itu ertinya tiada, tiada dimana?  Maksudnya tiada yang duduk berlaku dimakhluk.  Yang duduk berlaku di makhluk itu HAK ALLAH bukan HAK MAKHLUK.  TIADA HAK MAKHLUK MELAINKAN HAK ALLAH. LA ertinya tiada tetapi sebenarnya ada (Tidak ada hak makhluk, yang ada hanya hak Allah).  Bila disebut  LA, sudah pun ada Tuhan, bukan seperti sesetengah fahaman orang-orang syariat, iaitu laillah itu tiada Tuhan, illallah baru ada Tuhan.  LA itu datang dari mana?  Adakah LA itu hak makhluk? Tidak ada, yang ada HAK ALLAH. Tiada yang lain yang duduk berlaku itu, melainkan Allah.  Akhir sekali tiada yang ada melainkan Allah.  Jadi barulah bertepatan yang kalimah itu cukup luas.  Tujuh petala langit dan tujuh petala bumi terkandung didalam kalimah  LA'ILAHA'ILLALLAH..  Tiada HAK tujuh petala langit dan tujuh petala bumi, melainkan HAK ALLAH.
    Amanah Allah kepada kita, datang suci kembali suci.  Semasa di alam ROH suci, sedikit pun tidak ada syirik, sebab duduk nyata Allah sentiasa, tetapi setelah datang ke alam zahir (dunia) ini terdinding, sudah pun syirik, tidak suci lagi.  Petikan dari sebuah hadis Rasullallah saw, dari Abu Hurairah, "Apabila diberi Amanah mereka khianati.  Apa dia amanah yang dimaksudkan?  Jawabnya ialah dari suci hendaklah kembali suci.  Mestilah nyata Allah sentiasa pada tiap-tiap sesuatu.  Inilah amanah yang paling berat, yang tidak disanggupi oleh makhluk-makhluk jenis lain, melainkan manusia.
   Agama itu suruh dan tegah, disuruh mentauhid akan Allah dan ditegah daripada mensyirik akan Allah.  Tidak sempurna agama itu jikalau ada syirik walau sebesar zarah sekalipun.  Kita dikira orang salik (sedang berjalan) belum pun sampai lagi, sebab itu kadang-kadang kita terlalai dan terlupa.  Apabila sampai baharulah Allah kata, "Pada hari ini aku sempurnakan kamu akan agama kamu".
    Orang-orang yang tidak beriman menyangka, apabila Allah memberi mereka dengan rezeki yang banyak, Allah sayang pada mereka, mereka lalai dan leka dengan rezeki itu.  Pada hal Allah memberi rezeki itu dengan kemurkaannya .  Seperti ibarat didalam satu kisah Nabi Daud, iaitu kisah monyet salah sangka terhadap Nabi Daud.  Monyet sangka Nabi Daud membaling sekerat tebu padanya itu Nabi Daud suka padanya, kerana monyet itu tidak susah payah pergi mematahkan tebu-tebu lain.  Monyet tidak tahu sebenarnya Nabi Daud baling tebu padanya sebab Nabi Daud marah padanya.  Jadi monyet itu salah sangka terhadap Nabi Daud.  Begitulah salah sangka  orang-orang yang tidak beriman.

MUDAH-MUDAHAN BERMANFAAT 

PERLU BERGURU JIKA INGIN MENDALAMI ILMU INI,SEKADAR RUJUKAN SAHAJA DAN PENGENALAN BAGI YANG TIDAK PERNAH MENGETAHUI TENTANG ILMU MENGENAL ALLAH INI...

Wallahu a'lam

Minggu, 21 Agustus 2022

IBLIS ANTARA PATUH & INGKAR

Bismilllah

IBLIS ANTARA PATUH & INGKAR

Dialog antara Allah dan iblis ,di dalam Alquran sangat simbolik..Sebetulnya Allah sedang mengajari kaum Adam dan para malaikat tentang ” Mahabbah ” adalah suatu sikap bakti yang berupa penyerahan  tertinggi kepada-Nya, 

Melalui tindakan iblis di dalam Al Qur’an dikatakan iblis termasuk golongan jin, menurut makna jin disini dalam pengertian “ asing ” bagi komunitas malaikat, yang artinya berasal dari ras yang lain.

Ia bernama Azazil dan selanjutnya hidup di kalangan malaikat, Ia berbakti kepada Allah ribuan tahun lamanya hingga derajat kerohaniannya mencapai derajat malaikat agung, dalam khazanah Sufi, sesungguhnya malaikat merupakan makhluk yang memiliki kesadaran rohani yang tinggi dan berwujud cahaya,

Ketika Allah memerintahkan para malaikat bersungkur sujud di hadapan Adam  mereka semua bersujud, kecuali Azazil..

Ribuan kali, Yang Maha Mengetahui memerintahkan Azazil bersujud, tetapi dia tetap enggan,..

Atas penolakannya, Yang Maha Pengasih menganugerahkan “Kafir” pada Azazil berupa kutukan dan penderitaan.. dengan pasrah, tanpa bertanya lagi, tanpa mengeluh, ia menerima Anugerah-Nya yang tertinggi, sekaligus terberat.

Kenapa Iblis menerima begitu saja tanpa menolak kutukan Allah? Tidak protes sedikitpun? Namun Sekiranya Allah menganugerahkan Murtadin kepada Azazil, niscaya dia akan menolak, iblis tahu, kekafiran adalah menyembah selain Allah, dan iblis tidak pernah meNuhankan selain Allah, sangat jauh berbeda jika dikatakan Murtad, Murtad berarti meninggalkan Allah dan menyembah kepada sembahan lain, dan Azazil tidak akan pernah melakukan itu.

Mulai dari sinilah Rencana Allah untuk membuat Surga dan Neraka berfungsi sebagai tempat kembali bagi manusia, dan Dunia ini sebagai ciptaan bagi manusia mengarungi kehidupan dan cobaan dari Allah. 

Sekiranya Allah memberi pengetahuan kepada Iblis akan keutamaan Adam, dan mengetahui bahwa sujud kepada Adam adalah sujud perhormatan kepada Hakikat Muhammad pada diri Adam, dan bukan sujud penyembahan, niscaya Iblis ( Azazil ) akan bersujud. Tapi tidak demikian adanya, karena Iblis sendiri akan diberi Tugas Oleh Allah, sebagai bahan cobaan dan ujian (penguji) bagi hamba-hamba Allah yang beriman.

Sekiranya Iblis bersujud kepada Adam, maka Dunia ini tidak akan di huni oleh manusia, dan firman Allah “ Aku jadikan Manusia untuk menjadi Khalifah dimuka Bumi “ menjadi tidak terlaksana, Maha Suci Allah dari kekurangan dan kesalahan, Maha sempurna Allah Atas segala RencanaNya.

Jika Bumi ini tidak dihuni Oleh manusia sesuai dengan rencana Allah tadi, maka Surga dan Nerakapun akan menjadi ciptaan yang sia-sia adanya, Maha Suci Allah dari segala kekurangan dan Rencana Allah itu Sempurna.

Maka Jadilah Sang Iblis sebagai Penguji  Para Nabi dan Rasul sebagai Guru pembimbing  bagi manusia, Alquran sebagai Mata Pelajaran dan Al Hadist sebagai pedoman didalam memahami Mata Pelajaran tersebut.

Claim Azazil yang mengatakan bahwa ia terbuat dari api dan Adam dari tanah, sehingga ia enggan bersujud, sangat simbolik. 

Seorang Azazil dengan “Kesadaran Ilahi”-nya mustahil mempermasalahkan hal-hal fisik jasadi semacam itu melalui cermin Azazil,

Sebenarnya ” Yang Maha Mengetahui sedang mengajarkan manusia tentang bahaya ego dan kesombongan akibat kesadaran rendah “, di sisi lain Dia mengajari para malaikat tentang kecintaan murni model Azazil,  di sisi lain lagi, melalui para malaikat, Dia mengajarkan kesalehan pada manusia.

Alhasil, sesungguhnya iblis merupakan Guru yang mengajarkan kesalehan pada para malaikat dan para malaikat mengajarkan kesalehan itu pada manusia.

Pada saat yang sama Iblis mempertunjuk kan jalan keburukan pada manusia agar manusia menghindarinya ..

Ibarat kain bagus yang ditenun di atas bahan kasar  dengan kata lain, “ barang siapa tidak mengenal keburukan maka tidak mengenal kebajikan .”

Rencana  Ilahi  ini  penuh  makna ibarat penyamaran bersujud kepada Adam bukanlah perintah  melainkan ujian.

Iblis mengetahui hal ini melalui bisikan-Nya lewat  Nuraninya iblis sebagai pencinta sejati begitu pula “ Muhammad ”, simbolik bagi para Nabi, Rasul dan Para Wali, mereka adalah perangkat Ilahi, sebagaimana iblis.

Kesimpulan : 

Dari uraian di atas bisa di simpulkan bahwa Iblis pada dasar nya patuh kepada Allah serta menerima ujian sekaligus tugas sebagai Penguji iman adam dan anak cucunya .

Jangan mengkambing hitamkan iblis atas perilaku buruk kita,  manusia benar-benar mandiri dan bertanggung jawab sendiri untuk memilih jalan yang baik atau buruk .

Tidak  ada yang sia²  apapun yang telah Allah ciptakan nya...!!!

Semoga bermanfaat.

.....
Referensi : Dari Kitab  As Sirrul Jalil fi Khawashi Hasbunallah Wa Ni’mal Wakil
Karya Syekh Abul Hasan Ali Asy Syadzili.

Wallahu a'lam.

RAHASIA KEKUATAN CIUM TANGAN & CIUM KENING

Bismillah

"RAHASIA KEKUATAN CIUM TANGAN & CIUM KENING "
Tahukah Anda...

Knp lelaki mesti mencium kening istri & istri mesti mencium tangan suaminya?

Bhw semangat & ketenangan lelaki itu terletak pd kening istrinya.
Lalu sumber ketenangan & kekuatan perempuan itu ada di punggung tangan suaminya.

Mengecup kening istri atau mencium tangan suami, hakikatnya sebuah simbol dr satu hal paling mahal dlm hubungan suami isteri.
“Apa itu?”
“Saling percaya”.
Jgn menilai bhw yg mendorong suami mengecup kening istrinya itu krn birahi.
Seorang suami mengecup kening istri adalah cara dirinya mendpt ketenangan. Dan perempuan mencium tangan lelaki bkn semata tentang siapa yg lbh tinggi derajatnya, tp itu adalah tanda bhw keikhlasan yg menuntunnya. Karena perempuan jg tahu, di tangan suaminya ada ridha Tuhannya.

Kenapa mesti kening atau tangan?
Kening perempuan adalah sumber ketenangan & semangat bg suami, krn kening adalah saksi dr ketaatan pd Tuhan. Keninglah, perantaraan tunduk makhluk pd Penciptanya. Keninglah bagian tubuh pertama yg mengaku, bhw Tuhan adalah Maha Tinggi, smntr diri adalah rendah. Keninglah yg bersujud.
Kening berada paling bwh, sbg simbol bhw tiada yg lbh tinggi drpd Tuhan. Pdhl kening adalah bagian tubuh kita yg paling tinggi.
Maka pd kening perempuanlah Tuhan hembuskan sumber ketenangan. Maka tak heran jk suami bs merasakan ketenangan stlh mengecup kening istrinya.

Lalu, apakah sama kondisinya dgn tangan suami yg dicium istri?
Perempuan mencium tangan suami bkn semata menempelkan bibirnya.

Ada doa yg ia panjatkan di tangan suami, semata meletakkan doa disana, krn dgn tangan itulah suaminya bekerja untuk org² yg
dicintai & disayanginya.

Lewat ciuman di tangan suami, seorg istri sdg memohon pd Tuhannya, agar menjaga tangan suaminya dr hal² yg dibenci oleh-NYA.

Melalui ciuman yg diletakkan di tangan suami, seorg istri menitipkan doa agar Tuhan menjaga tangan suami utk menjaga kasih sayangnya & tak mengambil yg bukan haknya...

Semoga bermanfaat ..

Wallahu a'lam

Sabtu, 20 Agustus 2022

rahasiamu

Bismillah

Orang yg paling bersabar adalah dia yg tdk menceritakan rahasianya kepada orang lain, berangkat dari kekahawatiran bila terjadi keretakan diantara keduanya maka rahasiapun terbongkar ..
(#abu hasan)

Jangan ceritakan semua rahasiamu kepada orang lain jika engkau sendiri khawatir hal itu nanti diketahui banyak orang. Sekalipun engkau menganggapnya teman dekat, sebab bisa jadi ia juga memiliki teman dekat yg lain.

Jika engkau tidak mengharapkan rahasiamu terbongkar, maka cara menghentikan aliran air adalah menutup mata airnya, yakni jangan bicarakan kepada siapa pun. 

Wallahu a'lam

Rabu, 17 Agustus 2022

BELAJAR SUFI DARI NABI NABI

Bismillah

BELAJAR SUFI DARI NABI NABI

Menurut Syekh Junaid al Baghdadi dalam kitabnya Rasail, Tasawuf dibangun atas 8 landasan yang kesemuanya mengikuti akhlaq para nabi dan rasul sebagai berikut :

1.Nabi Ibrahim AS

Salah satu  sifat dan akhlaq yang baik dari nabi Ibrahim AS adalah kemurahan hatinya. Beliau di masyarakat sangat murah hati terutama dalam menjamu tamu dan sangat dermawan memberikan apa saja kepada orang lain yang membutuhkan.

2.Nabi Ismail AS

Dari Nabi Ismail kita dapat belajar soal kepasrahan yang tiada duanya saat diminta ayahnya untuk dikorbankan sesuai permintaan Allah. Kala hendak dikorbankan kemudian Ismail berubah menjadi domba dan setelah saat itu muncullah tradisi berkorban.

3.Nabi Yaqub

Dari Nabi Yaqub AS kita dapat belajar soal kesabaran Nabi ini. Nabi Yaqub adalah Ayahanda Nabi Yusuf  yang telah sabar menunggu putranya yang sangat disayanginya yang telah  dicelakai saudaranya sendiri.  Nabi Yaqub setelah sekian lama akhirnya dapat bertemu anaknya yang menjadi pejabat atau bendahara di Mesir saat anak anaknya diminta untuk mencari bahan makanan.

Doa yang dipanjatkan nabi Yaqub AS kala kehilangan anaknya

“Ya’qub berkata: “Hanya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu. Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku. sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”.” (QS Yusuf [12]: 83).

4.Nabi Zakaria AS

Dari Nabi ini kita belajar soal kemampuannya berkomunikasi dengan Isyarah petunjuk Allah. Dalam surat Maryam ayat 3 – 10 digambarkan mengenai kemampuan komunikasi Nabi Zakaria AS yang diawali dengan menggunakan bahasa lisan dan tidak berkata apa apa melainkan lewat tanda tanda  kepada Allah soal keinginannya memiliki anak. Allah mengabulkan doa Zakaria walau dirinya sudah renta dan istrinya dianggapnya telah mandul. Allah berfirman bagi Allah hal itu adalah mungkin dan mengabulkan Zakaria memilik anak bernama Yahya.

Tanda kemampuan komunikasi isyarat yang diberikan Allah dilihat pada ayat 9 dan 10

“Allah berfirman, “Demikianlah.” Tuhanmu berfirman, “Hal itu mudah bagi-Ku, sesungguhnya, engkau telah aku ciptakan sebelum itu, padahal pada waktu itu engkau belum berwujud sama sekali.” Ayat 9.

“Dia Zakari berkata “Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda. “Allah berfirman, “Tandamu ialah engkau tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal engkau sehat.” Ayat 10. 

Inilah kemampuan nabi Zakaria AS mampu melihat tanda tanda dari Allah lewat kalam yang tidak bersuara dan tidak beraksara.

5. Nabi Yahya AS

Satu hal yang dapat dipelajari dari Nabi Yahya AS adalah Uzlah kemampuannya dalam mengasingkan diri.

Nabi Yahya dikisahkan merupakan anak yang taat kepada kedua orang tuanya. Nabi Yahya adalah seorang yang sangat aktif dan progresif namun mengambil jarak dari dunia ramai. Dia tidak mudah tergoda dan tertipu oleh Dunia.

Allah memberikan kemampuan kepada nabi Yahya AS saat dikejar raja Herodes dimana disembunyikan oelh Allah dalam pohon. Mereka menduga Nabi Yahya memiliki sihir sehingga seperti lenyap ditelan bumi.

Nabi Yahya AS akhirnya ditemukan didalam pohon setelah dibelah sebagai wujud maha kuasanya Allah menolong hambaNya. Allah berfirman bahwa Nabi Yahya dan Zakaria meninggal dalam keadaan sahid karena menegakkan agama Allah.

Firman Allah : Dan kesejahteraan bagi dirinya pada hari lahirnya, pada hari wafatnya, dan pada hari dia dibangkitkan hidup kembali.

6. Nabi Musa AS

Sifat yang diambil dari Nabi Musa AS adalah berbusana dengan wol sederhana. Dalam kisah Nabi Musa AS digambarkan sosok beliau yang gemar berpakaian wol sederhana yang kala itu baju jenis tersebut adalah yang paling sederhana. Sifat kesederhanaan ini menjadi luar biasa mengingat Nabi Musa AS adalah putra Firaun yang dapat memiliki baju semewah apapun untuk dikenakan pada dirinya.

Karena itu kesederhanan nabi Musa AS mengenakan baju wol ini menjadi simbol para sufi.

7. Nabi Isa

Sifat yang diambil untuk belajar dari Nabi Isa AS adalah mengembara. Gambaran mengembara dari Nabi Isa AS ini bukanlah makna fisik  artinya Nabi Isa memiliki pola pikir dan rohani yang sangat luas tidak berwawasan sempit. Karena itu nabi Isa AS dijuluki nabi yang paling luas pola pemikiran dan rohaninya dibanding nabi nabi lainnya.

8. Nabi Muhammad Saw

Pelajaran utama yang dapat diambil dari sosok uswatun hasanah ini adalah kerendahan hati dan kesahajaan beliau. Karena itu 3/4 ajaran beliau adalah tentang laku rendah hati dan kesederhanaan yang menjadi contoh bagi umatnya dalam berlaku dan bertindak.

Demikian sifat nabi nabi yang dapat menjadi pedoman untuk belajar sufi. Semoga  shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada beliau serta para nabi dan rasul lainnya, berikut keluarga dan kerabat kerabat mereka seluruhnya.

Wallahu a’lam

Selasa, 02 Agustus 2022

Sepasang pengantin baru

Sepasang pengantin baru mulai membiasakan diri menyesuaikan dgn perubahan yang terjadi. Setelah selesai mandi, si istri keluar kamar mandi dgn menggunakan handuk. Si suami bertanya, "Koq masih pake handuk sih? Kan kita udah married?". Sambil tersipu si istri menjawab, "Oh iya • , lupa..." lalu dia melepas handuknya. Si suami terpesona menatap tubuh istrinya dan berkata.. "♥♥ ώooώ 😘 ..!!! indah sekali...Kamu cantik banget.." Kemudian si suami bertanya, "Bolehkah aku memotretnya?" Si istri kaget dan bertanya, "Apa? memotret?" Si suami menjawab, " iya ..., biar kecantikanmu selalu bisa kubawa di dekatku selamanya". Si istri pun tersenyum dan membiarkan si suami memotret. Kemudian si suami mandi. Setelah selesai dia keluar kamar mandi dgn tetap memakai handuk. Si istri bertanya, "Lho koq masih pake handuk sih? Kan kita udah nikah?". Si suami langsung membuka handuknya.. Si istri terkejut, lalu bertanya, "Bolehkah ɑku memotretnya?". Sambil tersenyum si suami bertanya, "Untuk apa sih..??" Si istri menjawab, "Kalo sdh dipotret kan bisa dizoom ..., abis kecil banget sih... ªªKªªKªª...

moksa

“Apa itu moksa? Menemukan kebahagiaan dalam hidup. Tak lebih! Selebihnya hanyalah perkiraan. Jika menurutmu sumber kebahagiaanmu dalam hidup adalah menjadi prajurit, itulah yang harus kau perjuangkan. Jangan ada sedikit pun keraguan di benakmu. Tak ada guru atau kitab suci yang mampu menghentikanmu jika kau teguh memperjuangkan tujuanmu, wahai Karna putra Kunti !” - MahaKurawa

Arjuna

“Arjuna, menurutmu kau bisa membunuh mereka atau sebaliknya? Kau ragu karena kau tak tahu siapa dirimu. Kau bukanlah raga, kau dan ragamu terpisah. Pahamilah bahwa raga hanyalah selubung yang menutupi diri sejatimu, raga hanyalah penutup atma (roh)! Atma abadi! Atma tidak mengenal kematian. Sama dengan kau berganti pakaian karena ia telah kotor, ternoda, atau robek, atma pun berganti raga. Kematian sekadar menanggalkan pakaian lama.”

SATRIA PININGIT

SATRIA PININGIT Satria Piningit (Kesatria Tersembunyi), sebagaimana Ratu Adil, bisa mempunyai dua makna. Yang pertama, Satria Piningit adalah sosok personal yang suatu saat akan muncul sebagai pemimpin yang adil di sebuah negeri. Makna yang kedua, Satria Piningit adalah simbol dari Tuhan di dalam diri. Simbol dari kejernihan dan kesucian yang rahasia (sirr) di dalam diri. Aku lebih memilih makna yang kedua. Semua orang bisa menjadi Satria Piningit, sebab semua orang berpotensi menjadi luhur dan “paripurna”. Jika demikian, engkau tak perlu mencari dan menanti sosok manusia yang bakal datang sebagai juru selamat dunia, sebab kalianlah satria piningit yang menanti dilahirkan.

KEMANAKAH AIR BEKAS MEMANDIKAN JASAD RASULULLAH MUHAMMAD S.A.W

Kemanakah Perginya Air Bekas Memandikan Jasad Rosulullah SAW ? Pada kisaran tahun 90-an, dalam sebuah Muktamar Tingkat Dunia yang diselenggarakan di Mesir, muncul pertanyaan dari Syeikh Mutawwali Asy-Sya'rawi tentang kemanakah perginya Air bekas Memandikan Jasad Rosulullah Saw? Semua peserta Muktamar yang merupakan para Ulama perwakilan dari berbagai Negara itu tak ada yang mampu menjawab. Karena pertanyaan tersebut menarik dan belum pernah dibahas dalam sejarah Islam sebelumnya, maka sang pimpinan Muktamar meminta waktu untuk mencari jawaban tersebut. Beliau berkata bahwa besok Beliau akan menemukan jawabannya. Sepulangnya dari Muktamar, sang pimpinan langsung masuk ke perpustakaan dan membuka seluruh Kitab, guna mencari jawaban dari pertanyaan tersebut. Namun setelah semua Kitab dibuka, tak ada satupun kalimat yang membahas pertanyaan tersebut. Karena kelelahan, akhirnya Beliau tertidur dan saat tidur itulah Beliau bermimpi bertemu dengan Rasulullah S.a.w yang sedang bersama seorang pembawa Lentera. Bak pucuk dicinta ulama pun tiba, Beliau menggunakan kesempatan tersebut untuk meminta jawaban yang dicarinya langsung kepada Rasulullah Saw dan Rasulullah Saw memberi Isyarat agar Beliau bertanya kepada pemegang Lentera disampingnya, "Tanyalah kepada Shohibul Qindil (Lentera)." Shohibul Qindil menjawab : "Air tersebut naik ke Langit dan turun kembali ke Bumi bersama Hujan. Setiap Tanah yang dijatuhi Air tersebut, maka di kemudian hari akan didirikan sebuah Masjid". Keesokan harinya, berdirilah sang pemimpin Muktamar untuk memberikan jawaban tentang perginya Air bekas Memandikan Jasad Rasulullah Saw. Semua yang hadir terkagum-kagum. Syeikh Mutawwali yang mengajukan pertanyaan tersebut, bertanya lagi : "Darimana engkau mengetahuinya?". Sang pimpinan Muktamar menjawab : "Dari seseorang yang saat itu sedang bersama Rosululloh dalam mimpiku semalam". Syeikh Mutawwali bertanya lagi : "Apakah ia membawa Qindil?" "Bagaimana engkau tahu?", tanya balik sang pimpinan. "Karena akulah Shahibul Qindil tersebut". Jawab Syeikh Mutawwali. Kisah ini amat Masyhur di kalangan Ulama, terlebih di Mesir. Sekalipun banyak saksi mata yang menyaksikan langsung peristiwa ini, namun Ulama-Ulama dari kelompok Wahabi yang kala itu hadir juga, sedikitpun tidak mempercayai kisah ini, kecuali Syeikh Umar Abdul Kafi. Beliau mengatakan bahwa dirinya telah banyak melihat berbagai Karomah dalam diri Syeikh Mutawwali Asy-Sya'rawi, namun Beliau enggan mengakuinya karena keyakinan yang dianutnya (Faham Wahabi) menolak adanya Karomah. Tapi untuk kali ini, Allah Swt telah menumbuhkan keyakinan dalam Dadanya, sehingga ia yang seorang wahabi mempercayai kisah ini. Ia lalu keluar dari Wahabi dan masuk ke dalam Faham Ahlussunnah Wal Jama'ah. ۞اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞ ° Sumber Majelis Ta'lim Almunawwarah (Hadratus Syeikh Arifin Bin Ali Hasan) Wallahu a'lam